Sstt… dilarang Ngantuk


Sstt… dilarang Ngantuk

Oleh : Fikri Juliadi, S.Pd.

 

Setiap guru pasti telah menemukan siswa di dalam kelasnya yang mengantuk, menguap, atau bahkan tertidur di dalam kelas terutama pada saat jam-jam pelajaran terakhir. Alhasil, siswa diberikan teguran maupun hukuman dengan niat agar dapat memberikan efek jera kepadanya. Tetapi hasil yang menakjubkan kembali kita temui, disaat hukuman telah dianggap biasa oleh siswa hal ini menjadi sesuatu yang sulit untuk diantisipasi. Lalu, di dalam benak guru berkata, biarlah, yang penting tidak mengganggu saya dalam menyampaikan materi itu saja sudah cukup.

 

Namun celakanya, kebiasaan buruk yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas  tersebut jika dibiarkan maka dengan cepat akan ‘menular’ dengan siswa lainnya. Alhasil, kita sebagai guru, lagi-lagi dituntut untuk mencari cara agar masalah tersebut dapat teratasi.

 

Kebiasaan seperti ini memang telah diketahui disebabkan oleh berbagai macam faktor. Namun dari berbagi macam faktor tersebut ternyata memang harus kita lihat dengan hati yang terbuka, karena hal itu dapat bersumber dari siswa sendiri atau bahkan pembelajaran kita yang menjadi penyebabnya. Berikut adalah beberapa faktor-faktor tersebut:

 

  1. Pembelajaran di Kelas Memukul Rata Minat dan Kegemaran Siswa

Biasanya siswa yang tidak suka dengan pelajaran yang kita ajarkan segera kita katakana siswa tersebut kemampuannya rendah. Tentu saja, jika siswa telah tidak memiliki minat terhadap apa yang kita ajarkan, kemungkinan yang paling mudah diprediksikan adalah siswa akan dengan mudah mengantuk bahkan sampai tertidur.

  1. Jam Pelajaran Padat, Istirahat Singkat, Tugas Semakin Menumpuk

Standarnya jam pelajaran kita dalam satu pekan yaitu 48 Jam Pelajaran. Ini meupakan waktu yang panjang, alhasil siswa mudah lelah dan mudah menemukan kejenuhan dalam belajar. Dengan padatnya jam pelajaran pula, menandakan bahwa jumlah mata pelajaran yang diterima siswa sangatlah banyak, implikasinya adalah banyaknya tugas-tugas yang akan diterima siswa sehingga memangkas waktu istirahatnya dirumah dan memangkas waktu bermain siswa dengan keluarga dan teman-temannya. Kita telah mengetahi bersama alasan dibalik majunya sistem pendidikan di Finlandia adalah jam bermain siswa yang lebih panjang, waktu istirahat siswa yang panjang, dan jam pelajaran di sekolah hanya 24 jam pelajaran dalam setiap minggunya. (Sumber : https://www.brilio.net/wow/12-alasan-finlandia-pendidikannya-terbaik-sedunia-sekolah-cuma-5-jam-160809q.html#)

  1. Pembelajaran yang Kaku dan Kurang Menyenangkan

Pembelajaran yang kaku dan monoton tentu akan segera tidak disenangi oleh siswa. Jika siswa ttidak menyenangi pelajaran tersebut tentu imbasnya siswa yang akan ngantuk dan tertidur. Pembelajaran yang tidak diminati siswa yaitu menyampaikan materi dengan cara ceramah hanya satu arah, mencatat, dan lain-lain. Seyogyanya setiap pembelajaran dikemas secara kreatif, menyenangkan, yang dapat menantang dan membangkitkan intuisi siswa.

Berita Lainnya